Sabtu, 17 September 2011

Asuhan Keperawatan Anak dengan Bronchopneumonia

  1. PENGERTIAN
Broncopneumonia adalah radang pada saluran nafas bagian bawah yang ditandai dengan demam, batuk, sesak ( peningkatan frekuensi pernapasan , nafas cuping hidung ,retraksi dinding dada  dan kadang – kadang sianosis denganm terjadinya infiltrate atau konsolidasi jaringan interstitial dan parenkim paru oleh sel – sel radang .(Sudaryat Suraatmaja 2000).
 Broncopneumonia adalah  suatu peradangan pada alveoli dan parenkim paru yang terjadi pada anak. (Siriadi dan Rita Yuliani, 2001).
Broncopneumonia adalah Infeksi saluran nafas bagian bawah yang merupakan infeksi akut jaringan paru oleh mikroorganisme.
  1. PATOFISIOLOGI
Broncopneumonia dapat disebabkan oleh virus, Jamur, Bakteri, Aspirasi maupun alergi yang juga dicetuskan oleh lingkungan yang tidak bersih dan daya tahan tubuh yang rendah .
Microorganisme pathogen masuk kedalam paru – paru melalui saluran nafas bagian atas, menuju saluran nafas bagian bawah dan akhirnya sampai kejaringan interstitiil  parenkim paru.
Penyebab lain dapat pula berasal dari focus infeksi dalam tubuh yang sampai pada jaringan interstittil parenkim paru melalui sirkulasi darah dan aliranlimfe..Patogen yang masuk kedalam  tubuh memperbanyak diri dan melepaskan toksin yang bersifat merusak membrane mucosa bronchial dan alveoli. Respon peradangan pada bronchus dan alveolus adalah Meningkatnya suhu tubuh dan Nyeri.
Terjadinya perubahan membrane alveolus sehingga permukaan efektif paru berkurang, menyebabkan Abnormalitas pertukaran gas .
Peningkatan skresi trakeobronchial yang menutup jalan nafas dengan skret sehingga menjadi Bersihan jalan nafas tidak efektif.
Kebutuhan metabolic meningkat bila tidak diimbangi dengan nutrisi yang adekuat dapat menyebabkan Nutrisi kurang dari kebutuhan.
Terjadinya hiperventilasi menyebabkan suplay 02 dan kebutuhan tidak seimbang sehingga toleransi terhadap  aktivitas juga menurun dan IWL meningkat sehingga individu beresiko mengalami kekurangan  volume cairan .
ASUHAN  KEPERAWATAN
  1. Data focus
    1. Data Subyektif
Anak dikeluhkan rewel, tidak mau makan, sesak nafas, terdengar suara grek-grek, orang tua menyatakan kurang paham tentang penyakit yang diderita anaknya , anak mencret.
  1.  
    1. Data Obyektif
Pernafasan cepat dan dangkal , pernafasan cuping hidung, cianosis, batuk berdahak sputum purulen, penggunaan otot Bantu nafas, bunyi nafas bronchovesikuler, ronchi, respirasi meningkat, peningkatan suhu tubuh,penurunan nafsu makan, muntah malaise, penurunan berat badan dan lain-lain.
  1. Diagnosa Keperawatan yang mungkin Muncul
    1. Bersihan jalan nafas tidak efektif  berhubungan dengan peningkatan produksi sputum.
Tujuan : Jalan nafas efektif dengan criteria tidak ada dyspnoe, sioanosis, ronchi, suara krek-krek, AGD normal.
Intervensi :
1.      Observasi keadaan umum
2.      Beri posisi semi fowler.
3.      Beri minum hangat sedikit sedikit tapi sering.
4.      Laksanakan tindakan delegatif : Bronchodilator, mukolitik, untuk mencairkan dahak sehingga mudah dikeluarkan.
    1. Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membran alveolar kapiler.
Tujuan : Menunjukan fungsi paru yang optimal dengan kriteria sesak hilang, tidak ada sianosis pada kulit, membran mucosa dan kuku.
Intervensi :
1.      Kaji frekuensi, Kedalaman dan kemudahan pernafasan.
2.      Obsevasi warna kulit, membran mucosa dan kuku.
3.      Pertahankan istirahat dan tidur.
4.      Laksanakan tindakan kolaboratif pemberian 02.

    1. Intoleransi aktivitas berhubungan dewngan kelemahan umum.
Tujuan : Mampu toleran terhadap aktivitas sesuai kemampuan / kondisi anak.
Intervensi :
1.      Bantu aktivitas anak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
2.      Sarankan keluarga untuk membatasi aktivitas anak yang berlebihan yang dapat menimbulkan kelelahan.
3.      Sarankan untuk melakukan aktivitas secara bertahap.
    1. Nyeri akut berhubungan dengan inflamasi parenkim paru.
Tujuan : Nyeri hilang / berkurang dengan kriteria : Menunjukan penurunan skala nyeri , wajah tampak rileks.
Intervensi :
1.      Tentukan karakteristik nyeri misalnya tajam, ditusuk, dll.
2.      berikan tindakan kenyamanan
3.      Ajarkan tekhnik relaksasi, atau latihan nafas.
4.      Berikan tindakan delegasi pemberian analgetika untuk menurunkan nyeri.
    1. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya pemahaman terhadap informasi
Tujuan : Pengetahuan orang tua meningkat dengan kriteria  : mampu mengulang kembali penjelasan yang diberikan.
Intervensi :
1.                          Berikan penjelasan tentang penyakit anak, pencegahan, penatalaksanaan di rumah sakit atau yang dapat dilakukan dirumah agar oreang tua mengetahui dan mau aktif ikut serta dalam setiap tindakan.
2.                          Motivasi ibu untuk melaksanakan anjuran petugas.
    1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan kebutuhan metabolik sekunder terhadap demam dan proses infeksi.
Tujuan : Gangguan nutrisi tidak terjadi dengan kriteria makanan yang disediakan dapat dihabiskan.
Intervensi :
1.      Identifikasi faktor yang dapat menimbulkan mual dan muntah
2.      Beri makan porsi kecil tapi sering.
3.      Sajikan makanan dalam keadaan hangat.
4.      Timbang  BB setiap hari
    1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan yang berlebihan , penurunan pemasukan oral
Tujuan : Tidak terjadi kehilangan volume cairan dengan kriteria : Meningkatnya masukan cairan , tidak ada tanda – tanda kurang volume cairan.
Intervensi :
1.      Kaji perubahan tanda-tanda vital.
2.      Kaji turgor kulit.
3.      Catat intake dan out put cairan
4.      Beri cairan yang adekuat.
5.      Delegasi dalam pemberian cairan  intra vena.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar