Selasa, 13 September 2011

Wanita Sholehah

WANITA SHOLEHAH

Oleh KH. Abdullah Gymnastiar
>
> Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada
> aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja
> bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri.
>
> MULIALAH wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi
keluarganya
> dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan
> menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan
> Rasulullah Saw. dalam sabdanya, "Dunia ini adalah perhiasan, dan
> sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah". (HR. Muslim).
>
> Dalam Al-Quran surat An-Nur: 30-31, Allah Swt. memberikan gambaran wanita
> shalihah sebagai wanita yang senantiasa mampu menjaga pandangannya. Ia
> selalu taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air
> wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah
> memperbanyak bacaan Al-Quran.
>
> Wanita shalihah sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada
dalam
> sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan
> menjerit-jerit saat mendapatkan kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap
> tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan
> bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari
> kemampuannya menjaga diri (iffah).
>
> Wanita shalihah itu murah senyum. Baginya, senyum adalah shadaqah. Namun,
> senyumnya tetap proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya
> diberikan senyuman manis. Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan
> tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain.
>
> Wanita shalihah juga pintar dalam bergaul. Dengan pergaulan itu, ilmunya
> akan terus bertambah. Ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang
yang
> ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik dan akan berbuah kebaikan
> bagi dirinya maupun orang lain.
>
> Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat
adalah
> kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur
> kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak akan berbuat sesuatu
> yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah. Ia sadar bahwa semakin
> kurang iman seseorang, makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa
> malunya, makin buruk kualitas akhlaknya.
>
> Pada prinsipnya, wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan
> Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari aneka aksesoris yang ia
> gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi
> fitnah bagi orang lain. Kecantikan satu saat bisa jadi anugerah yang
> bernilai. Tapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa jadi sumber masalah
> yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri.
>
> Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita shalihah tidak akan
> pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah
> bagian dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan
> keterbatasannya. Pribadinya begitu indah sehingga make up apa pun yang
> dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia "polos"
> tanpa make up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan
> menyejukkan hati orang-orang di sekitarnya.
>
> Jika ingin menjadi wanita shalihah, maka belajarlah dari lingkungan
sekitar
> dan orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka. Bahkan kita
> bisa mencontoh istri-istri Rasulullah Saw. seperti Aisyah. Ia terkenal
> dengan kekuatan pikirannya. Seorang istri seperti beliau bisa dijadikan
> gudang ilmu bagi suami dan anak-anak.
>
> Contoh pula Siti Khadijah, figur istri shalihah penentram batin, pendukung
> setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang di jalan Allah Swt.
Beliau
> berkorban harta, kedudukan, dan dirinya demi membela perjuangan
Rasulullah.
> Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah, hingga nama beliau banyak
> disebut-sebut oleh Rasulullah walau Khadijah sendiri sudah meninggal.
>
> Bisa jadi wanita shalihah muncul dari sebab keturunan. Seorang pelajar
yang
> baik akhlak dan tutur katanya, bisa jadi gambaran seorang ibu yang
> mendidiknya menjadi manusia berakhlak. Sulit membayangkan, seorang wanita
> shalihah ujug-ujug muncul tanpa didahului sebuah proses. Di sini, faktor
> keturunan memainkan peran. Begitu pun dengan pola pendidikan, lingkungan,
> keteladanan, dan lain-lain. Apa yang tampak, bisa menjadi gambaran bagi
> sesuatu yang tersembunyi.
>
> Banyak wanita bisa sukses. Namun tidak semua bisa shalihah. Shalihah atau
> tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah.
> Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang
sudah
> menikah, tapi juga bagi remaja putri. Tidak akan rugi jika seorang remaja
> putri menjaga sikapnya saat mereka berinteraksi dengan lawan jenis yang
> bukan mahramnya. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan menambah
kualitas
> ilmu, amal, dan ibadah kita. Ada sebuah ungkapan mengatakan, "Jika kita
> ingin mengenal pribadi seseorang maka lihatlah teman-teman di
> sekelilingnya."
>
> Peran wanita shalihah sangat besar dalam keluarga, bahkan negara. Kita
> pernah mendengar bahwa di belakang seorang pemimpin yang sukses ada
seorang
> wanita yang sangat hebat. Jika wanita shalihah ada di belakang para lelaki
> di dunia ini, maka berapa banyak kesuksesan yang akan diraih. Selama ini,
> wanita hanya ditempatkan sebagai pelengkap saja, yaitu hanya mendukung
dari
> belakang, tanpa peran tertentu yang serius. Wanita adalah tiang Negara.
> Bayangkanlah, jika tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti
> bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah. Tidak akan ada lagi yang
> tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa.
>
> Kita tinggal memilih, apakah akan menjadi tiang yang kuat atau tiang yang
> rapuh? Jika ingin menjadi tiang yang kuat, kaum wanita harus terus
berusaha
> menjadi wanita shalihah dengan mencontoh pribadi istri-istri Rasulullah.
> Dengan terus berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarga serta
memelihara
> farji-nya, maka pesona wanita shalihah akan melekat pada diri kaum wanita
> kita.
>
> Wallahua'lam.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar